Langkah tersebut diambil guna menjaga estetika kota sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat.
Aksi borong dagangan oleh ASN ini disambut haru dan antusias oleh para pedagang. Mereka mengaku selama ini merasakan dampak sepinya pembeli akibat maraknya belanja online serta keberadaan pedagang di luar area pasar.
Mama Romo, salah seorang penjual ikan, mengaku sangat gembira melihat keramaian yang tidak biasa tersebut.
“Biasanya hari-hari kemarin sepi, kami bisa mengantuk gara-gara nggak ada orang belanja. Puji Tuhan, kami sangat mendukung para pemimpin kota kalau ASN dianjurkan belanja ke dalam biar penghasilan kami meningkat,” ujarnya penuh syukur.
Hal senada disampaikan Ibu Karmila, penjual ayam di PTM. Menurutnya, kehadiran para pegawai pemerintah menjadi berkah instan bagi para pedagang.
“Senang sekali, lumayan kalau ibu-ibu dan bapak pejabat itu datang, ayam kami dibeli. Harapannya kalau bisa seminggu sekali atau setiap hari ada agenda seperti ini, supaya semua pedagang di dalam bisa laku dagangannya,” tuturnya.
Selain memobilisasi pembeli, Pemkot Bengkulu juga memberikan stimulus berupa pembebasan biaya sewa lapak selama tiga bulan bagi pedagang yang bersedia direlokasi ke dalam PTM.












