Dalam puasa sunnah, seseorang masih diperbolehkan untuk berniat meskipun sudah di siang hari, selagi belum makan atau minum apa pun.
Contohnya, jika seseorang berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong dan pulang tanpa menemukan makanan di rumah, ia diperbolehkan untuk langsung berniat berpuasa.
Namun, untuk puasa fardhu seperti Ramadan, niat harus dilakukan sebelum waktu subuh. Apabila seseorang tidak berniat sejak malam sebelumnya, maka puasanya menjadi tidak sah.
Hal ini dikarenakan niat merupakan rukun puasa yang wajib dipenuhi agar ibadah tersebut diterima.
“Dalam kasus puasa sunah boleh, tapi dalam kasus puasa fardu tak boleh,” terang Ustaz Abdul Somad.
Ustaz Abdul Somad juga menambahkan bahwa jika seseorang sudah niat untuk berpuasa di malam hari, maka niat tersebut sudah cukup dan ia masih diizinkan untuk makan dan minum hingga datangnya waktu subuh.
Adapun lafaz niat puasa fardhu Ramadhan adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
(Nawaitu shauma ghadin ‘an adai fardhi syahri Ramadhani hadzihissanati lillahi ta’ala).
Artinya:
“Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan puasa fardu di bulan Ramadan ini karena Allahm,”.












