Ia menjelaskan, kultum yang dilaksanakan setiap Jumat diisi secara bergantian oleh siswa dengan tema-tema yang berkaitan dengan akhlak, keutamaan puasa, dan nilai-nilai kehidupan Islami. Kegiatan ini diharapkan dapat melatih keberanian siswa sekaligus menumbuhkan kesadaran spiritual sejak dini.
Selain itu, pihak sekolah juga telah merencanakan kegiatan tausiah keagamaan dengan menghadirkan penceramah dari luar sekolah.
“Insya Allah pada 17 Maret 2026 mendatang, kami akan mengundang ustadz untuk memberikan tausiah kepada siswa, guru, dan tenaga kependidikan, sebagai bagian dari penguatan pemahaman keagamaan selama Ramadan,” jelasnya.
Tidak hanya siswa, para guru dan tenaga kependidikan juga terlibat aktif dalam seluruh kegiatan tersebut. Kebersamaan ini menciptakan suasana religius yang kondusif serta mempererat hubungan antara guru dan siswa di lingkungan sekolah.
Salah seorang siswa kelas VIII mengaku kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap semangat belajar selama Ramadan. Ia merasakan suasana belajar menjadi lebih tenang setelah mengikuti rangkaian ibadah bersama.
“Kami merasa lebih siap mengikuti pelajaran setelah shalat Dhuha dan tadarus. Suasananya lebih tenang dan membuat Ramadan terasa lebih bermakna,” ungkapnya.











