BENGKULUTERKINI.ID – Suasana haru dan duka menyelimuti Desa Batu Bandung, Kecamatan Muara Kemumu, Kabupaten Kepahiang, pada Selasa pagi (3/3). Ratusan warga memadati area Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat untuk menyaksikan proses pembongkaran makam (ekshumasi) Gita Fitri Ramadhani (25).
Langkah ini diambil oleh Satreskrim Polres Kepahiang bersama Tim Forensik Dokpol Polda Bengkulu guna melakukan otopsi mendalam. Hal ini dilakukan menyusul adanya berbagai spekulasi dan kejanggalan yang memicu pertanyaan publik terkait penyebab pasti kematian korban yang sebelumnya dilaporkan tersengat listrik di area perkebunan.
Sepanjang jalan menuju TPU, warga tampak berjejer sembari mengibarkan bendera kuning secara serentak. Aksi ini bukan sekadar tanda belasungkawa, melainkan simbol tuntutan agar kasus ini diusut secara adil, jujur, dan transparan hingga tuntas.
“Kami minta keadilan dan kami minta kasus ini menjadi terang benderang. Kami minta kasus ini dituntaskan hingga ke akar-akarnya,” ujar salah seorang warga di lokasi pemakaman.
Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Bintang Yudha Gama, menegaskan bahwa otopsi ini adalah bagian dari pelayanan terhadap keluarga korban sekaligus upaya ilmiah untuk memecahkan keraguan yang berkembang di tengah masyarakat.












