“Autopsi ini kita lakukan untuk memecahkan kejanggalan-kejanggalan yang selama ini masih ada dan juga untuk memberikan pelayanan terhadap pihak keluarga korban,” ungkap Iptu Bintang.
Ia juga memastikan bahwa hasil otopsi nantinya akan disampaikan secara terbuka kepada publik setelah seluruh proses laboratorium selesai dilakukan oleh tim ahli.
Hingga berita ini diturunkan, tim forensik masih melakukan proses penggalian dan pemeriksaan jenazah di lokasi yang dijaga ketat oleh aparat penegak hukum. Hasil dari otopsi ini diharapkan menjadi kunci utama dalam memperkuat bukti hukum, terutama setelah sebelumnya polisi menetapkan pemilik kebun berinisial MK sebagai tersangka atas dugaan kealpaan. (Rajman)












