BENGKULUTERKINI.ID – Tahu dan tofu sering dianggap sama, tapi tahukah Anda bahwa keduanya memiliki perbedaan dari segi asal-usul, tekstur, rasa, dan kandungan nutrisinya? Bagi yang peduli kesehatan atau ingin menambahkan protein nabati dalam menu sehari-hari, penting untuk mengetahui perbedaan ini.
1. Asal-usul dan Sejarah
- Tahu: Istilah “tahu” populer di Indonesia, hasil adaptasi dari tofu Jepang atau Cina.
- Tofu: Berasal dari Jepang dan Tiongkok, lebih dikenal secara internasional.
Keduanya terbuat dari kedelai yang diolah menjadi padatan protein, jadi dasarnya sama.
2. Tekstur dan Rasa
- Tahu: Tekstur tahu di Indonesia bervariasi, mulai dari lembut hingga agak keras, dengan rasa netral yang mudah menyerap bumbu.
- Tofu: Tekstur tofu juga beragam, termasuk silken tofu yang sangat halus dan firm tofu yang lebih padat, cocok untuk berbagai olahan.
3. Kandungan Nutrisi
Secara umum, tahu dan tofu sama-sama sumber protein nabati yang baik. Namun, ada beberapa perbedaan:
- Kalori: Tahu biasanya sedikit lebih tinggi kalori di banding tofu, sekitar 76 kkal per 100 gram, sedangkan tofu sekitar 70 kkal.
- Protein: Keduanya mengandung protein sekitar 8 gram per 100 gram, cukup untuk mendukung kebutuhan harian.
- Lemak: Tahu mengandung lemak sekitar 4,8 gram per 100 gram, sedangkan tofu sedikit lebih rendah, sekitar 4,2 gram.
- Karbohidrat: Kandungan karbohidrat hampir sama, sekitar 1,9 gram per 100 gram.
- Kalsium: Tahu lokal biasanya lebih kaya kalsium (±350 mg per 100 gram), sementara tofu internasional sekitar 200 mg per 100 gram, tergantung pengolahannya.
4. Manfaat Kesehatan
- Protein nabati tinggi: Mendukung pembentukan otot dan cocok untuk vegetarian/vegan.
- Rendah kalori dan lemak jenuh: Membantu menjaga berat badan.
- Isoflavon: Senyawa fitoestrogen yang bermanfaat untuk kesehatan tulang dan mengurangi risiko penyakit jantung.
- Mudah di cerna: Lebih ringan di perut di banding protein hewani.
5. Mana yang Lebih Sehat?












