Helmi juga menekankan bahwa mitigasi bencana tidak cukup di lakukan hanya melalui imbauan administratif, tetapi memerlukan tindakan konkret di lapangan.
“Tolong lakukan tindakan. Konflik bencana itu tidak cukup hanya surat edaran. Normalisasi drainase, saluran, dan sebagainya harus benar-benar di perhatikan, karena jika tidak, itu menjadi penyebab utama banjir,” sambungnya.
Menurut Helmi, sejumlah titik di Kepahiang, Rejang Lebong, dan Lebong kini semakin rentan longsor akibat perubahan fungsi lahan.
“Di titik-titik tertentu, lahan yang tadinya di tumbuhi pohon berubah menjadi sawit. Daerah Lebong, Rejang Lebong, dan Kepahiang juga harus di waspadai, apalagi dengan adanya bibit siklon tropis,” jelasnya.












