“Sejak kota ini berdiri, baru kali ini ‘Asmara Subuh’ diisi dengan membaca Al-Qur’an di sepanjang Pantai Panjang. Ini adalah simbol bahwa generasi muda kita memilih jalan kebaikan,” tegas Dedy dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Wali Kota berpesan kepada para guru dan orang tua agar tetap merangkul anak muda yang mungkin masih terjerumus dalam aktivitas negatif. Ia menekankan pentingnya bimbingan spiritual sebagai solusi jangka panjang dalam pembinaan karakter.
“Anak-anak kita jangan dijauhi, tetapi dirangkul dan dibimbing. Al-Qur’an adalah petunjuk hidup, dan kegiatan di ruang publik seperti ini menjadi sarana pembinaan bersama,” tambahnya.
Pemkot Bengkulu menargetkan “Asmara Subuh Mengaji” ini menjadi agenda rutin dengan partisipasi yang lebih luas. Selain memperkuat nilai spiritual, gerakan ini diharapkan membawa keberkahan serta menjadi identitas baru kehidupan religius di Kota Bengkulu.(FIRMAN)












