Selain Pertalite, usulan kebutuhan Bio Solar juga melonjak drastis. Pada 2025, usulan Bio Solar berada di angka 154.885 KL, sementara untuk 2026 meningkat menjadi 521.973 KL.
Tak hanya Pertalite dan Bio Solar, Pemprov Bengkulu turut mengusulkan 140 KL minyak tanah khusus untuk kebutuhan masyarakat di Pulau Enggano, daerah yang masih bergantung pada bahan bakar tersebut untuk aktivitas sehari-hari.
“Dengan penambahan kouta usulan ini dapat mengurangi kelangkaan BBM yang terjadi beberapa waktu lalu. Dan ini juga harus di barengi dengan kelancaran distribusinya,” pungkasnya
Rozani optimis bahwa pemerintah pusat dapat mengakomodir minimal 90 persen dari total usulan BBM 2026. Optimisme ini di dukung oleh rencana Gubernur Bengkulu Helmi Hasan yang akan melakukan koordinasi langsung dengan BPH Migas agar kebutuhan BBM tercukupi, sehingga kelangkaan dan antrean panjang yang terjadi pada 2025 tidak kembali terulang.












