Dewi menuturkan, awalnya mereka berniat memesan makanan berupa mie rebus dan es teh. Namun, pedagang yang bersangkutan menyebutkan menu tersebut tidak tersedia. Situasi kemudian memanas ketika oknum pedagang tersebut menagih uang sewa dua unit pondok dengan total Rp1 juta.
Saat Dewi dan keluarganya mempertanyakan besarnya tarif sewa, pedagang yang mengenakan baju pink dan hijab merah muda tersebut justru bereaksi keras.
“Kami tanya berapa sewa pondok, katanya Rp1 juta. Kami tanya kenapa semahal itu, dia langsung marah, mengusir, dan membuang barang-barang kami keluar,” ujar Dewi.
Menanggapi kejadian tersebut, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bereaksi tegas. Ia menyayangkan tindakan oknum pedagang yang dinilai telah mencoreng citra pariwisata Kota Bengkulu.












