Menurut Dedy, keluarga pun memegang peranan penting dalam membentuk karakter anak. Penanaman nilai empati sejak dini dinilai krusial agar anak tidak tumbuh menjadi pelaku, sekaligus memiliki keberanian melindungi diri dari perundungan.
Ia mengingatkan bahwa dampak bullying tidak berhenti pada satu peristiwa saja. “Perilaku seperti ini bisa meninggalkan trauma panjang bagi anak,” ujarnya.
Pemerintah Kota Bengkulu berharap kejadian ini menjadi refleksi bersama bagi sekolah, orang tua, dan masyarakat luas untuk lebih serius menjaga tumbuh kembang anak.
Dengan kepedulian kolektif, anak-anak diharapkan dapat tumbuh dalam lingkungan yang saling menghormati dan bebas dari kekerasan. (Firman Triadinata)












