7. Junk food olahan
Menurut Dr. Sunali Sharma, ahli gizi Amandeep Hospital, makanan junk food tidak hanya terbatas pada cemilan atau makanan asin.Permen karet, permen, makanan penutup manis, makanan cepat saji goreng, dan minuman bersoda dengan pemanis buatan juga dianggap sebagai bahaya junk food.
Makanan junk food olahan umumnya memiliki kadar nutrisi yang rendah, tinggi kalori, gula, dan lemak tambahan. Hal tersebut dapat memicu kelebihan berat badan saat hamil dan berkaitan erat dengan berbagai komplikasi penyakit seperti diabetes kehamilan, dan komplikasi persalinan lainnya.
Saat hamil adalah waktu yang baik bagi kamu untuk mulai mengonsumsi makanan yang tinggi nutrisi untuk kesehatan tubuh dan tumbuh kembang janin dalam kandungan.Nutrisi yang esensial tersebut meliputi protein, folat, choline, dan zat besi.Oleh karena itu, ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi makanan yang kaya protein, buah dan sayuran, karbohidrat kaya serat seperti gandum, kacang, dan sayuran mengandung pati.
8. Susu, keju, dan jus segar yang tidak dipasteurisasi
Produk susu dan olahannya seperti keju yang tidak dipasteurisasi dapat mengandung bakteri Listeria, Salmonella, E.Coli dan Campylobacter. Bakteri ini berpotensi menyebabkan keguguran, dan gangguan kesehatan janin.












