BENGKULUTERKINI.ID – Suasana di kawasan Pasar Minggu yang biasanya dipenuhi hiruk-pikuk transaksi jual beli mendadak berubah tegang. Adu argumen antara Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, dan Ketua PKL Pasar Minggu, Edi Susanto, memantik perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial.
Perdebatan itu terjadi saat Pemerintah Kota Bengkulu melakukan sosialisasi penataan lapak pedagang. Ketegangan memuncak ketika salah seorang perwakilan pedagang mencoba menyela penjelasan terkait mekanisme undian (lotre) pembagian tempat berjualan.
Dalam penyampaiannya, ia membawa nama “anggota kelompok” dengan harapan memperoleh perlakuan khusus.
Namun, Wali Kota Dedy Wahyudi langsung memotong pernyataan tersebut. Dengan nada tegas dan penuh otoritas, ia menegaskan bahwa tidak ada lagi istilah kelompok atau keistimewaan tertentu dalam proses penataan.
“Kini idak ado anggota-anggotaan. Seluruh pedagang, ini warga sayo. Idak ado anggota ini itu, itu warga sayo!” tegas Dedy.
Pernyataan itu sontak membuat suasana hening. Klaim eksklusivitas kelompok yang selama ini kerap mewarnai dinamika di lapangan seolah runtuh di hadapan prinsip pemerataan yang diusung pemerintah kota.
Pemerintah Kota Bengkulu bersikukuh bahwa seluruh pedagang, mulai dari penjual ikan hingga sayuran, wajib mengikuti sistem undian secara adil.












