”Kami meminta orang tua lebih perhatian. Jika pukul 22.00 anak belum pulang, tolong di cari dan pastikan mereka kembali ke rumah. Jangan sampai anak-anak kita berkeliaran tanpa tujuan hingga dini hari,” tambahnya.
Langkah ini di harapkan dapat menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga Kota Bengkulu, sekaligus menghindarkan generasi muda dari aktivitas negatif seperti tawuran atau balap liar.
Meski Kapolresta Bengkulu melaporkan angka kriminalitas sebenarnya menurun secara statistik, Walikota menyoroti adanya fenomena “psikologi kecemasan” di tengah warga.
Banyaknya aduan melalui pesan singkat (WA/SMS) yang masuk menunjukkan masyarakat merasa tidak tenang saat keluar rumah, terutama saat malam hari atau waktu ibadah Tarawih.
“Kita harus membunuh psikologi kecemasan ini. Caranya adalah dengan kolaborasi di lapangan. Saya minta Lurah, Camat, Kapolsek, Danramil, hingga Babinsa dan Bhabinkamtibmas bersinergi. Aktifkan kembali Poskamling dan peran Linmas di setiap wilayah,” tambahnya.
Pemerintah Kota Bengkulu juga akan menggandeng Satpol PP Provinsi untuk mengawasi siswa tingkat SMA yang secara administratif berada di bawah wewenang Pemerintah Provinsi.
Pendekatan yang di kedepankan adalah preventif dan persuasif. Petugas di minta untuk merangkul tokoh adat, tokoh pemuda, dan pemuka agama di setiap lingkungan untuk meredam potensi gangguan keamanan.












