2. Alergi
Alergi pada saluran pernapasan, seperti rinitis alergi, bisa menjadi salah satu pemicu mimisan mendadak pada remaja. Ketika alergi muncul, hidung sering kali gatal dan tersumbat, sehingga penderita cenderung menggosok, menggaruk, atau meniup hidung dengan keras. Aktivitas ini dapat menyebabkan iritasi dan pecahnya pembuluh darah halus di dalam rongga hidung.
3. Infeksi saluran pernapasan atas
Infeksi pada saluran pernapasan atas dapat menimbulkan peradangan di berbagai bagian, seperti tenggorokan, sinus, dan rongga hidung. Peradangan ini membuat pembuluh darah di hidung menjadi lebih peka dan meningkatkan peluang terjadinya pecah.
Selain itu, infeksi saluran pernapasan atas juga bisa diiringi oleh gejala seperti bersin, hidung tersumbat, dan seringnya mengeluarkan ingus, yang bisa meningkatkan peluang terjadinya mimisan.
4. Penggunaan semprotan hidung yang berlebihan
Pemakaian semprotan hidung secara berlebihan, terutama yang bersifat antihistamin atau dekongestan, dapat menyebabkan kekeringan dan iritasi pada lapisan hidung. Meskipun semprotan ini bermanfaat untuk mengurangi gejala alergi atau hidung tersumbat, jika penggunaannya terlalu sering atau tidak sesuai arahan, maka selaput lendir hidung bisa menipis dan pecah, yang akhirnya memicu mimisan.












