“Kegiatan ini merupakan hal yang sangat penting. Dari hasil identifikasi kami, ternyata masih banyak pelaku usaha yang belum memanfaatkan platform digital secara maksimal. Melalui pelatihan ini, kami berharap setelah dilakukan pendataan ke depan, akan terlihat peningkatan kemampuan pelaku UKM dalam mengembangkan usahanya melalui jalur digital,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemanfaatan media sosial seperti Facebook, TikTok, dan Instagram, hingga platform marketplace seperti Shopee, dinilai mampu membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal.
Melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya dibekali pengetahuan dasar penggunaan media sosial, tetapi juga strategi branding, pembuatan konten menarik, hingga teknik pemasaran digital yang efektif.
Pemerintah Kota Bengkulu berharap, dengan optimalisasi media sosial, UMKM lokal dapat semakin berkembang, berdaya saing, dan mampu menembus pasar yang lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional. (Firman)











