Dengan cara ini, mie instan tidak hanya menjadi lebih lezat, tetapi juga lebih bergizi dan sehat. Teknik ini membantu meningkatkan kualitas nutrisi dari mie instan yang biasanya kurang seimbang.
“Kalau saya makan mie itu, bawang bombaynya satu satu biji, daun bawangnya dua, bawang putihnya biasa satu siung sama saya kasih cabai sama saya kasih ada kayak sawi atau pokcoy gitu,” jelas dri Zaidul Akbar.
Saat mengonsumsi mie instan, dr. Zaidul Akbar lebih dulu mengutamakan sayuran, sehingga ketika ia mulai makan mienya, porsinya menjadi lebih sedikit karena sudah merasa kenyang.
dr Zaidul Akbar menyebut hidangan tersebut sebagai sayuran dengan tambahan mie, bukan mie yang dilengkapi sayuran.
Sebagai seorang dokter, ia mengakui bahwa keinginan untuk menikmati mie instan ada, tetapi ia memiliki cara yang lebih sehat dalam mengolahnya.
Selain itu, dr. Zaidul Akbar juga tidak menggunakan bumbu yang disediakan dalam kemasan mie instan.
dr Zaidul Akbar lebih memilih untuk membuat bumbu secara terpisah, sehingga bisa lebih sehat dan menghindari konsumsi mie instan secara berlebihan.
“Saya pilih yang enggak pakai micin gitu-gitu, nikmati aja cuman jangan berlebihan ya enggak tiap hari juga makan mie,” demikian dr Zaidul Akbar.












