BENGKULUTERKINI.ID – Kue Bay Tat diakui sebagai salah satu kuliner ikonik dari Bengkulu yang masih eksis meskipun banyaknya pilihan kue modern saat ini. Salah satu pelaku usaha yang berkomitmen untuk melestarikan tradisi ini adalah Bapak Fajri (60), pemilik Toko Kue Bay Tat Ricka 1 dan Bay Tat Ricka 2.
Ia telah menggeluti usaha ini sejak tahun 2013 dan terus berupaya mempertahankan resep yang diwariskan secara turun-temurun.
Selama lebih dari satu dekade berjualan, Bapak Fajri telah melihat berbagai perubahan, terutama terkait dengan biaya bahan baku. Pada awalnya, harga kue Tat adalah Rp15. 000 per biji, namun kini naik menjadi antara Rp20.
000 hingga Rp25. 000, tergantung pada jenis dan bahan yang digunakan. Salah satu bahan utama, yaitu gandum, yang awalnya seharga Rp80. 000 per karung kini bisa melonjak hingga Rp280. 000.
“Dengan harga yang ada, kualitas pun mengikuti. Apabila harga bahan mentah meningkat, maka harga produk juga harus menyesuaikan,” jelas Fajri ketika dijumpai di tokonya.
Kue Tat yang dibuat oleh Bapak Fajri memanfaatkan resep yang masih otentik. Saat ini, ia hanya menyediakan satu varian rasa, yaitu selai nanas. Berbeda dengan kue modern yang menawarkan beragam rasa, kue Tat ini tetap mempertahankan cita rasa klasik tanpa menambah variasi seperti cokelat atau stroberi.












