BENGKULUTERKINI.ID – Segelas cendol membawa Bupati Bengkulu Selatan, H. Rifai Tajuddin, bernostalgia dengan masa kecilnya. Sambil menikmati minuman tradisional itu, Rifai tampak santai dan penuh keakraban.
Ia mengaku sudah akrab dengan cendol sejak kecil, bahkan pernah ikut berjualan bersama neneknya. “Kitakan mau ke sungai, ke sungai nantikan butuh energi, dan sumber energi ada di sini (cendol, red). Masa lalu sekolah makannya cendol,” ujar Rifai santai.
Bupati Rifai juga menceritakan bahwa neneknya adalah pedagang cendol yang sangat terkenal di Kota Manna.
“Nek ku bedagang cendol nian. Terkenal sekali di Manna ini, paling top, mohon maaf cendol nek kami, Cendol Remani katau jemau, panginih. Jemau Manna tentu paham nian,” ceritanya menggunakan bahasa Serawai.
Meskipun rasanya berbeda dengan resep neneknya yang menggunakan pewarna alami sesuji, Rifai tetap memuji rasa cendol yang ia nikmati. Ia juga sempat menjelaskan secara teknis cara membuat cendol yang benar.
Melalui video yang dibagikan di media sosialnya, Bupati Rifai menunjukkan sisi humanis dan kedekatannya dengan masyarakat, terutama dalam mengenang warisan kuliner dan budaya lokal.(Renald)