BENGKULUTERKINI.ID – Di tengah era serba cepat seperti sekarang, junk food memang jadi pilihan yang paling praktis. Rasanya gurih, penyajiannya cepat, dan gampang ditemukan di mana-mana. Tapi di balik kenikmatan sesaat itu, terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji bisa berdampak buruk untuk kesehatan. Disaat seperti ini, makanan real food menjadi pilihan yang baik untuk menjaga tubuh tetap fit.
Real Food atau makanan utuh yang tidak diproses secara berlebihan yaitu yang diolah dengan cara direbus atau dikukus seperti sayur bening, telur rebus, kentang dan ubi rebus, atau jagung rebus mungkin terlihat sederhana, tapi manfaatnya luar biasa untuk tubuh.
Proses perebusan dan pengukusan yang minim minyak membantu menjaga nilai gizi bahan makanan sekaligus mengurangi asupan lemak jenuh yang sering jadi penyebab kolesterol tinggi dan gangguan jantung.
Menurut akun tiktok @kakbrin ada beberapa manfaat dari makanan yang diolah dengan cara direbus atau dikukus sebagai berikut
1. Menstabilkan gula darah
Sebagai perbandingan, makanan yang direbus dan dikukus seperti ubi, jagung, dan singkong memiliki indeks glikemik lebih rendah, sehingga tidak menyebabkan gula darah naik turun secara drastis seperti mengonsumsi makanan manis.
2. Memberikan energi yang tahan lama
Karbohidrat kompleks dari rebusan dan kukusan dilepas perlahan ke tubuh, membuat kenyang lebih lama dan energi menjadi stabil
3. Membantu pencernaan menjadi lancar
kandungan serat daru umbi-umbian dapat membantu pencernaan bekerja lebih baik, buang air menjadi lancar dan perut terasa lebih ringan
4. Mencegah ngemil secara berlebihan
Mengonsumsi real food bisa membantu menahan rasa lapar lebih lama, makanan rebus juga membuat tubuh tidak mudah tergoda untuk ngemil berlebihan.
Dengan kata lain, mengonsumsi makanan rebus dan real food bukan hanya sekadar tren hidup sehat, tetapi juga langkah penting untuk menjaga keseimbangan tubuh di tengah pola makan modern yang serba cepat. Dengan sedikit perubahan gaya hidup, Anda bisa mendapatkan manfaat besar untuk kesehatan.












