BENGKULUTERKINI.ID- Banyak wanita tidak menyadari adanya kista dalam tubuhnya. Hal ini karena pada sebagian kasus, kista di rahim atau ovarium tidak menimbulkan rasa sakit maupun gejala tertentu.
Meski demikian, kondisi ini tidak boleh diremehkan. Jika terlambat ditangani, kista dapat menimbulkan dampak serius.
Pemeriksaan ginekologi secara rutin menjadi cara terbaik untuk mendeteksi kista ovarium sejak dini.
Umumnya, kista ovarium yang bersifat jinak tidak berkembang menjadi kanker. Namun, gejala kanker ovarium sering kali mirip dengan kista ovarium.
Karena itu, penting bagi wanita untuk memeriksakan diri ke dokter agar mendapatkan diagnosis yang tepat.
Beberapa gejala yang patut diwaspadai antara lain adanya perubahan siklus menstruasi. Kemudian nyeri panggul yang berlangsung lama.
Selanjutnya penurunan nafsu makan, penurunan berat badan tanpa sebab jelas dan perut terasa begah.
Gejala lainnya yang muncul seiring pertumbuhan kista meliputi perut kembung atau membesar.
Kemudian buang air besar yang terasa sakit, nyeri panggul sebelum atau saat haid dan rasa sakit saat berhubungan intim.
Selanjutnya nyeri di punggung bawah atau paha, nyeri pada payudara hingga mual hingga muntah.
Sedangkan gejala yang tergolong parah dan membutuhkan penanganan medis segera antara lain nyeri panggul hebat atau tajam, demam, pusing hingga pingsan dan napas cepat.
Menurut dr Zaidul Akbar, tanda-tanda tersebut bisa mengindikasikan kista pecah atau torsi ovarium, yaitu kondisi ketika indung telur terpelintir.
Kedua komplikasi ini sangat berbahaya bila tidak segera ditangani. Selain itu, kista juga dapat menjadi penyebab masalah kesuburan pada wanita, termasuk kesulitan hamil.
Lebih lanjut, dr Zaidul Akbar menyebutkan bahwa salah satu faktor pemicu kista adalah kelebihan hormon estrogen.
Kondisi ini diduga berperan besar dalam berbagai gangguan reproduksi, termasuk sulit mendapatkan keturunan.
dr Zaidul Akbar menjelaskan, salah satu penyebab kelebihan estrogen berasal dari makanan sehari-hari, khususnya konsumsi ayam potong.
Ayam potong umumnya diberi pakan yang mengandung antibiotik dan hormon untuk mempercepat pertumbuhan.
Hal tersebut dijelaskan dr Zaidul Akbar dalam ceramah yang videonya diunggah oleh kanal akun TikTok @dr.zaidul_akbar.
“Normalnya ayam dipanen dalam 35 hari, tapi dengan pakan yang dicampur antibiotik dan hormon, ayam-ayam tersebut bisa dipanen hanya dalam 25 hari,” terang dr Zaidul Akbar.
Kandungan dalam pakan tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tingginya kadar estrogen dalam tubuh jika ayam potong dikonsumsi terus-menerus.
Itulah penjelasan dr Zaidul Akbar tentang tanda-tanda penyakit kista. Semoga bermanfaat.(*)