BENGKULUTERKINI.ID – Kekayaan budaya Bengkulu tidak hanya tercermin dari tradisi dan kesenian daerah, tetapi juga dari kerajinan tangan yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu kerajinan yang masih bertahan hingga kini adalah anyaman pandan.
Kerajinan ini bukan sekadar hasil olahan bahan alami, tetapi juga wujud kreativitas masyarakat dalam menjaga identitas budaya sekaligus menyesuaikannya dengan perkembangan zaman. Dulu anyaman pandan lebih banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.
Tikar pandan menjadi produk utama yang digunakan hampir di setiap rumah, baik untuk tempat duduk, alas tidur, maupun kebutuhan acara adat. Seiring waktu, pemanfaatan pandan tidak lagi terbatas pada tikar semata. Dengan sentuhan kreativitas, kerajinan ini kini melahirkan beragam produk yang lebih modern dan bernilai ekonomis.
Produk hasil anyaman pandan kini bervariasi mulai dari vas, tempat penyimpanan, kotak perhiasan, wadah serbaguna, hingga dekorasi rumah. Perubahan ini menunjukkan adanya inovasi dalam menjaga agar seni tradisional tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Dari bahan sederhana berupa daun pandan, lahirlah karya-karya yang tidak hanya bermanfaat, tetapi juga memiliki nilai estetika yang tinggi. Keunggulan anyaman pandan terletak pada bahan bakunya yang alami, ramah lingkungan, dan mudah didapatkan di berbagai daerah Bengkulu.












