BENGKULUTERKINI.ID – Islam sebagai agama yang telah mengatur segala aspek kehidupan manusia menjadikan kajian tentang thaharah atau bersuci menjadi tonggak awal yang harus dikuasai oleh seorang muslim. Hal tersebut juga dibuktikan dalam setiap kajian kitab fiqih, ulama fuqaha senantiasa membahas bab tentang thaharah kedalam kajian yang menyangkut urusan ibadah lainnya.
Berdasarkan fakta tersebut menunjukan bahwa betapa pentingnya menjaga kebersihan serta kesucian diri dalam Islam. Adapun hadis Nabi yang menjelaskan tentang pentingnya thaharah, sebagai berikut:
لَا تُقْبَلُ صَلَاةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ
Artinya: Shalat tidak diterima kecuali dalam keadaan suci (HR.Muslim 224)
Salah satu makna “suci” dalam riwayat tersebut adalah suci dari najis dan kotoran. Di antara najis atau kotoran yang diwajibkan untuk dibersihkan adalah air kencing. Najis kencing seringkali dianggap remeh oleh sebagian kaum muslimin, padahal najis kecing dapat menjadi indikator dosa besar.
Dalam sebuah riwayat yang disampaikan ‘Abdullah bin ‘Abbas dari Rasulullah ketika berjalan disuatu tempat di Madinah, Rasulullah mendengar rintihan dua orang yang sedang mendapat siksa kubur, kemudian Rasulullah bersabda :
إِنَّهُمَا يُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ، أَمَّا هَذَا فَكَانَ لَا يَسْتَنْزِهُ مِنَ الْبَوْلِ، وَأَمَّا هَذَا فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ












