Proses penangkapan ikan hiu pun mengikuti filosofi kearifan lokal, yang mana hanya jenis hiu jantan saja yang ditangkap, agar hiu betina masih bisa menjaga kelestariannya.
Pengetahuan memasak bagar hiu, diturunkan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Masakan ini adalah hidangan favorit presiden Indonesia pertama, Soekarno, menurut ingatan kolektif masyarakat Bengkulu ketika masa pengasingan beliau.
Meskipun tidak ada catatan resmi yang menceritakan bahwa hidangan ini, namun diperkirakan bahwa Bagar Hiu dihidangkan di meja makan melalui ibu Fatmawati atau mertua beliau yang merupakan orang Bengkulu.












