Ia menegaskan, lambatnya penyelesaian pekerjaan menjadi persoalan utama. Padahal, proyek pengendalian banjir tersebut seharusnya telah rampung pada akhir Desember 2025 lalu. Namun hingga kini, masih banyak pekerjaan yang belum selesai dan menyebabkan aliran air tersumbat.
“Pekerjaannya terlalu lambat, sehingga sampai tahun anggaran ini kegiatan belum selesai. Kita berharap pihak kontraktor segera bergerak menyelesaikan pekerjaannya, supaya tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Sekarang masyarakat sangat terganggu, apalagi di musim hujan ini, hujan sebentar langsung banjir,” tegasnya.
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan setempat, Marliadi mengaku menerima banyak laporan dari warga yang terdampak. Ia menyebut kondisi banjir kali ini tidak wajar karena air bertahan lama dan tidak cepat surut seperti biasanya.












