Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 penyaluran kredit Bank Bengkulu meningkat 5,45 persen menjadi Rp7,816 triliun. Di sisi lain, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 2,52 persen dengan total mencapai Rp 8,205 triliun.
“Dari sisi profitabilitas, Bank Bengkulu membukukan laba setelah pajak sebesar Rp135,146 miliar, meningkat signifikan 34,70 persen dibandingkan tahun 2024,” jelas Iswahyudi.
Kinerja positif tersebut ditopang oleh rasio keuangan yang tetap terjaga pada level sehat, dengan Return on Assets (ROA) sebesar 1,64 persen, Return on Equity (ROE) 9,51 persen, serta Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 25,11 persen. Adapun posisi modal inti per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp1,453 triliun, yang semakin memperkuat struktur permodalan bank untuk mendukung ekspansi bisnis secara pruden dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Iswahyudi menegaskan bahwa dukungan terhadap sektor produktif, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetap menjadi prioritas utama Bank Bengkulu dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga, serta para pemangku kepentingan lainnya juga terus diperkuat guna menghadapi tantangan digitalisasi dan ketidakpastian ekonomi global.












