Menurut Betty, karantina sangat mendukung kegiatan ekspor komoditas pertanian dari Bengkulu dan juga potensi komoditas lain yang mungkin menjadi peluang ekspor baru.
Ia menyampaikan agar para pelaku usaha sedari kini untuk melakukan pengajuan ekspor dengan menggunakan aplikasi SSQC (Singel Submission Quarantine Customs) untuk menjaga validitas data mempermudah pemeriksaan data baik di karantina maupun di Bea Cukai.
Melalui sistem tersebut, pelaku usaha hanya perlu mengajukan permohonan secara tunggal dan paralel untuk dokumen karantina dan pabean sehingga mempercepat waktu clearance dan menghemat biaya.












