Lanjut Syarif, dengan beralihnya status pengelolaan ke Kemenaker, BLK Bengkulu akan mendapatkan investasi besar melalui kerja sama dengan World Bank.
Dari investasi itu akan di bangun gedung baru seperti gedung workshop dan gedung powerhouse dengan total nilai investasi mencapai Rp65 miliar.
“Pihak kementerian menggandeng World Bank untuk membangun tiga gedung workshop dan satu powerhouse. Nilai investasinya mencapai Rp65 miliar,” ungkapnya.
Syarifuddin menambahkan, jika pembangunan di mulai pada awal 2026, maka seluruh gedung di targetkan selesai pada Juli 2027 dan dapat langsung di gunakan untuk program pelatihan.












