“Jika di bangun di awal 2026, maka pada Juli 2027 bangunan sudah selesai dan bisa di manfaatkan untuk program belajar,” ujarnya.
Pengalihan aset ini juga berdampak pada penataan ulang kawasan BLK Bengkulu. Khususnya pada bangunan lama seperti rumah dinas, ruang kelas, dan workshop yang akan di bongkar untuk diganti dengan fasilitas baru yang lebih modern.
Dengan hadirnya fasilitas baru ini, Pemprov Bengkulu berharap kualitas pelatihan tenaga kerja semakin meningkat dan mampu mencetak lulusan yang kompeten serta siap bersaing di dunia kerja nasional maupun internasional.
“Pasca pengalihan ini, semua akan di bongkar dan di ganti dengan ruang ataupun gedung baru dengan anggaran yang telah di siapkan,” pungkas Syarifuddin.












