“Personel langsung bergerak cepat. Mereka ada yang kita amankan, termasuk barang bukti berupa tiang bendera. Ini langkah pencegahan agar situasi aksi damai tidak berubah menjadi anarkis,” jelas Akhyar kepada BE, Rabu 3 September 2025.
Ia menegaskan, pihaknya sangat menaruh perhatian khusus terhadap keterlibatan pelajar dalam aksi-aksi yang berpotensi memicu kericuhan. Sebab, anak-anak dan remaja adalah generasi muda yang seharusnya fokus menempuh pendidikan, bukan ikut dalam tindakan yang bisa merugikan masa depan mereka.
“Polres Bengkulu Selatan akan terus berupaya mencegah anak-anak terlibat dalam aksi anarkis. Kami ingin mereka lebih fokus belajar, membekali diri untuk masa depan. Tugas mereka adalah menuntut ilmu, bukan ikut dalam aksi yang justru merusak,” tegasnya.












