<strong>BENGKULUTERKINI.ID</strong> – Polres Bengkulu Selatan menurunkan kekuatan penuh untuk mengamankan jalannya aksi damai di depan Gedung DPRD Bengkulu Selatan, pada Selasa 2 September lalu. Ada sebanyak 182 personel Polres dikerahkan, ditambah dukungan personel Kodim 0408, Satpol PP, dan Damkar Bengkulu Selatan. Secara umum, jalannya aksi unjuk rasa puluhan warga itu berlangsung tertib. Namun, aparat sempat menghadapi situasi menonjol ketika mendapati sekelompok pelajar SMA berada di sekitar lokasi aksi. Kasat Reskrim Polres Bengkulu Selatan, Iptu Muhamad Akhyar Anugerah SH MH mewakili Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP Awilzan SIK MH mengungkapkan pihaknya menemukan sejumlah pelajar yang membawa benda-benda tumpul seperti batu, kayu, hingga tongkat yang berasal dari tiang bendera partai politik di dalam Kota Manna. Para pelajar ini sempat berusaha memprovokasi petugas pengamanan, namun berhasil dicegah.<!--nextpage--> <!--more--> “Personel langsung bergerak cepat. Mereka ada yang kita amankan, termasuk barang bukti berupa tiang bendera. Ini langkah pencegahan agar situasi aksi damai tidak berubah menjadi anarkis,” jelas Akhyar kepada BE, Rabu 3 September 2025. Ia menegaskan, pihaknya sangat menaruh perhatian khusus terhadap keterlibatan pelajar dalam aksi-aksi yang berpotensi memicu kericuhan. Sebab, anak-anak dan remaja adalah generasi muda yang seharusnya fokus menempuh pendidikan, bukan ikut dalam tindakan yang bisa merugikan masa depan mereka. “Polres Bengkulu Selatan akan terus berupaya mencegah anak-anak terlibat dalam aksi anarkis. Kami ingin mereka lebih fokus belajar, membekali diri untuk masa depan. Tugas mereka adalah menuntut ilmu, bukan ikut dalam aksi yang justru merusak,” tegasnya.<!--nextpage--> Sebagai langkah nyata, Satreskrim Polres Bengkulu Selatan berencana mendatangi sekolah-sekolah, baik di tingkat SMP maupun SMA. Program ini bukan sekadar sosialisasi hukum, tetapi juga memberi pemahaman kepada para murid tentang bahaya serta kerugian dari tindakan anarkis. “Kami akan turun ke sekolah-sekolah. Bukan hanya memberi wejangan ke murid, tapi juga meminta guru dan pihak sekolah agar ikut serta mengawasi dan mendampingi anak-anak. Guru punya peran penting untuk mengingatkan mereka agar tidak mudah terpengaruh ajakan yang bisa berujung pada tindakan anarkis,” sambung Akhyar. Meski fokus pada pencegahan, Akhyar menegaskan aparat tetap akan mengambil tindakan tegas apabila ada pelaku yang kedapatan melakukan aksi anarkis maupun kriminal, termasuk anak di bawah umur. Hal itu, menurutnya, menjadi bagian dari upaya Polres menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat (Kamtibmas) di Bengkulu Selatan.<!--nextpage--> “Pencegahan adalah prioritas. Tapi kalau sudah ada pelanggaran, tentu kami akan melakukan tindakan sesuai aturan hukum yang berlaku, demi terciptanya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif,” pungkasnya.