“Siklon Senyar saat ini sudah mulai melemah dan bergerak menjauh dari wilayah Sumatera. Dampaknya, intensitas hujan di Bengkulu mulai menurun,” kata Tri.
Meski demikian, bukan berarti cuaca benar-benar stabil. Potensi hujan ringan hingga sedang dan bencana hidrometeorologi masih bisa terjadi sewaktu-waktu.
Ia menambahkan, dalam beberapa hari terakhir cuaca ekstrem menyebabkan sejumlah kejadian seperti pohon tumbang, genangan air, hingga potensi banjir dan longsor di titik rawan.
Menurutnya, kondisi geografis Bengkulu yang berbukit dan dekat pesisir membuat wilayah ini mudah terpengaruh perubahan cuaca.












