Secara keseluruhan, angka kemiskinan di Provinsi Bengkulu juga menunjukkan penurunan, dari 14,04% pada 2023 menjadi 13,56% pada 2024, dan kini 12,08% per Maret 2025.
Wakil Walikota Bengkulu, Ronny P.L Tobing, yang juga menjabat sebagai Ketua TKPK Kota Bengkulu, menekankan bahwa penurunan angka kemiskinan ini tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
“Kita harus terus bersinergi dan berkolaborasi dalam melaksanakan program-program aksi nyata untuk penurunan tingkat kemiskinan,” ujar Ronny.
Ia meyakini bahwa dengan kerja sama yang kuat, angka kemiskinan dapat terus ditekan. Rapat ini sendiri bertujuan untuk mengoptimalkan pelaksanaan program pengentasan kemiskinan ekstrem di seluruh provinsi, sesuai dengan amanat peraturan presiden.(Firman)












