“Setelah irigasi selesai, nantinya bisa mengaliri 2.525 hektar sawah,” jelas Hedi.
Pembangunan irigasi ini diharapkan dapat mengatasi kendala kekurangan air yang selama ini dialami para petani. Dengan saluran irigasi yang lebih baik, petani bisa tanam dan panen padi lebih sering, tidak hanya dua kali setahun seperti yang biasa dilakukan dengan anggaran APBD.
“Dengan dibangun irigasi, nantinya petani tidak lagi kekurangan air yang selama ini menjadi kendala,” ucap Hedi.
Hedi menambahkan, pada 2024, Lebong menjadi penghasil gabah padi terbanyak di Bengkulu dengan total 59 ribu ton. Dengan adanya perbaikan irigasi ini, ia optimistis hasil panen padi akan terus meningkat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.(Erick)












