Permasalahan kondisi jalan ini juga disampaikan dalam kunjungan DPRD Provinsi Bengkulu bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) ke kawasan tersebut. Dalam kunjungan itu, manajemen PT Tenaga Listrik Bengkulu (TLB) turut mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah dan sangat menghambat operasional perusahaan.
Pihak PT TLB menyebutkan, jalan rusak menyulitkan pengangkutan material batu bara menuju pembangkit listrik. Selain itu, ratusan karyawan harus melintasi jalur tersebut setiap hari untuk berangkat dan pulang bekerja, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan.
Kondisi jalan pelabuhan itu bahkan disebut semakin memprihatinkan. Saat DPRD dan OPD melakukan inspeksi mendadak ke lokasi, rombongan harus melewati jalan dengan lubang besar sedalam sekitar satu meter. Jalan tersebut hanya bisa dilalui kendaraan bertipe tinggi, sementara kendaraan kecil berisiko terjebak.












