“Menjadi dai bukan soal kemampuan, tapi soal kemauan. Kita semua bisa berdakwah meski dengan keterbatasan. Ribuan masjid menunggu untuk dimakmurkan,” jelas Helmi.
Ia kemudian menyinggung kondisi banyak masjid yang masih sepi, terutama pada waktu Subuh, serta minimnya masjid yang buka 24 jam. Helmi mendorong jamaah menjadikan momen Ijtima sebagai sarana memperkuat tekad memakmurkan rumah Allah.
“Siapa yang mencintai masjid, Allah akan mencintainya. Karena itu, berangkatlah dengan hati yang bersih, niat yang kuat, dan zikir yang tidak putus. Semoga langkah kita hari ini membuka pintu keberkahan bagi Bengkulu, bagi Indonesia, dan bagi seluruh umat,” seru Gubernur Helmi.












