Helmi menegaskan bahwa pembangunan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah provinsi dalam mendorong pemerataan pembangunan.
“Ini bukan sekadar angka, tetapi bukti kehadiran pemerintah provinsi untuk membantu pembangunan di Bengkulu Selatan. Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” katanya.
Selain pembangunan infrastruktur, bantuan ambulans juga telah di salurkan ke sejumlah desa dan pada tahun ini akan kembali di tambah guna mempercepat akses layanan kesehatan masyarakat.
“Ambulans ini sangat penting, terutama bagi desa-desa yang jauh dari pusat layanan kesehatan. Kami ingin saat masyarakat membutuhkan pertolongan, pemerintah sudah hadir membantu,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan jalan menjadi prioritas karena berdampak langsung terhadap perekonomian warga.
“Jalan yang baik merupakan harapan masyarakat. Alhamdulillah, kini mulai di rasakan manfaatnya. Jika jalan bagus, hasil kebun dapat di angkut dengan lancar dan ekonomi masyarakat meningkat. Pemprov Bengkulu berkomitmen untuk terus membantu rakyat,” tegas Helmi.
Sementara itu, untuk Tahun Anggaran 2026, Pemprov Bengkulu kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp32,5 miliar. Rinciannya meliputi rekonstruksi Jalan Kelutum–Simpang Pino sebesar Rp12 miliar, Kurawan–Pintu Layang–Padang Lebar sebesar Rp15 miliar, serta pembangunan Jembatan Air Selali Besar sebesar Rp5,5 miliar.












