Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menjadi penyumbang utama inflasi y-on-y dengan andil sebesar 1,69 persen. Komoditas yang dominan mendorong inflasi antara lain tarif listrik, emas perhiasan, sigaret kretek mesin (SKM), ikan dencis, dan daging ayam ras.
Sementara itu, kelompok pendidikan menjadi penyumbang utama deflasi y-on-y dengan andil 0,51 persen, dipengaruhi oleh komoditas seperti Sekolah Menengah Atas, cabai merah, bensin, jengkol, dan tarif rumah sakit.
Untuk perkembangan bulanan, deflasi m-to-m Januari 2026 terutama disumbang oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 0,83 persen. Komoditas yang dominan menekan harga antara lain cabai merah, daging ayam ras, bawang merah, tarif rumah sakit, dan angkutan udara.
Adapun kelompok yang masih memberikan andil inflasi m-to-m adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,16 persen, dipengaruhi oleh kenaikan harga emas perhiasan, tarif gunting rambut pria, sepeda motor, ikan dencis, dan tomat.
Rilis BRS Januari 2026 ini turut dihadiri oleh Dinas Kominfo Kota Bengkulu, Bagian Perekonomian Setda Kota Bengkulu, Dinas Perindag Kota Bengkulu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu, serta para statistisi di lingkungan BPS Kota Bengkulu. (Firman Triadinata)












