Penyebab kejang demam tidak diketahui dengan pasti. Namun, demam tinggi yang disebabkan oleh infeksi, seperti cacar air, flu, otitis media, dan radang amandel, dapat memicu terjadinya kejang demam pada anak.
2. Epilepsi
Selain demam, epilepsi pada anak bisa menjadi penyebab kejang. Sekiranya 30% anak yang didiagnosis menderita epilepsi akan terus mengalami kekambuhan kejang hingga dewasa.
Namun pada sebagian lainnya, kejang bisa membaik seiring berjalannya waktu. Kejang yang disebabkan oleh epilepsi umumnya memiliki pola dan gejala yang sama setiap kejang terjadi.
Kejang pada anak dengan epilepsi biasanya terpicu saat anak kurang tidur, stres, sedang sakit atau demam, melewati jam makan, makan berlebihan, atau terkena kilatan cahaya yang terlalu terang.
3. Meningitis
Epilepsi menjadi salah satu penyebab kejang yang serius. Selain itu, pada kasus yang serius, kejang pada anak bisa disebabkan oleh meningitis atau peradangan pada selaput otak.
Meningitis pada anak tidak hanya ditandai dengan gejala kejang, tapi juga dengan gejala lain, seperti demam, rewel, sakit kepala, hingga ruam kulit.
Sementara itu, meningitis pada bayi bisa ditandai dengan beberapa gejala lain, seperti muntah, bayi kuning, sering mengantuk atau sulit untuk dibangunkan, nafsu makan menurun atau menolak untuk menyusu, lesu, dan tidak menanggapi saat diajak berinteraksi.












