<strong>BENGKULUTERKINI.ID</strong> - Kapur barus atau yang sering disebut sebagai kamper merupakan bahan yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama sebagai pengharum pakaian dan pengusir serangga. Aromanya yang khas membuatnya populer dalam menjaga kesegaran lemari pakaian serta mencegah datangnya ngengat dan serangga lainnya. Namun, di balik manfaatnya, kapur barus juga memiliki risiko kesehatan yang perlu diwaspadai, terutama jika digunakan secara berlebihan atau terpapar dalam jangka panjang. Paparan kapur barus dalam jumlah tertentu dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan, mulai dari iritasi ringan hingga gangguan serius pada sistem saraf dan pernapasan.<!--nextpage--> Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami potensi bahayanya agar dapat menggunakannya dengan bijak dan menghindari dampak buruk yang mungkin terjadi. <strong>Bahaya Kapur Barus yang Perlu Diketahui</strong> 1. Beracun Jika Tertelan Kapur barus mengandung bahan aktif seperti naftalena atau p-diklorobenzena yang bersifat toksik jika masuk ke dalam tubuh. Anak-anak atau hewan peliharaan yang secara tidak sengaja menelan kapur barus dapat mengalami gejala seperti mual, muntah, sakit perut, pusing, bahkan kerusakan hati dan ginjal dalam kasus yang lebih parah. 2. Dapat Menyebabkan Iritasi Pernapasan Menghirup uap kapur barus dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan. Orang yang sensitif, terutama penderita asma atau masalah pernapasan lainnya, dapat mengalami batuk, sesak napas, atau bahkan reaksi alergi yang lebih serius akibat paparan kapur barus.<!--nextpage--> 3. Berisiko Menyebabkan Gangguan Saraf Zat kimia dalam kapur barus dapat memengaruhi sistem saraf jika seseorang terlalu sering terpapar. Beberapa gejala yang bisa muncul akibat paparan kronis adalah sakit kepala, pusing, kebingungan, dan dalam kasus yang parah, kejang. 4. Bersifat Karsinogenik Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bahan aktif dalam kapur barus, seperti naftalena, dapat bersifat karsinogenik atau meningkatkan risiko kanker jika seseorang sering terpapar dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penggunaannya harus dibatasi dan tidak boleh digunakan di ruangan tertutup tanpa ventilasi yang baik.<!--nextpage--> 5. Berbahaya bagi Ibu Hamil dan Bayi Ibu hamil yang terpapar kapur barus dalam jumlah berlebihan berisiko mengalami komplikasi kesehatan, karena zat kimia yang terkandung di dalamnya dapat masuk ke dalam aliran darah dan memengaruhi perkembangan janin. Selain itu, bayi yang menghirup aroma kapur barus dalam waktu lama berisiko mengalami gangguan pernapasan atau iritasi kulit. <strong>Cara Menggunakan Kapur Barus dengan Aman</strong> <ul> <li>Agar tetap mendapatkan manfaat kapur barus tanpa mengalami dampak buruknya, berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan:</li> <li>Gunakan dalam jumlah secukupnya dan hindari penempatan kapur barus di area yang sering digunakan untuk beraktivitas.</li> <li>Simpan kapur barus di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak serta hewan peliharaan.</li> <li>Pastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik agar udara segar dapat mengurangi konsentrasi zat kimia yang menguap dari kapur barus.</li> <li>Gunakan alternatif alami seperti daun serai, cengkeh, atau kayu manis untuk mengusir serangga tanpa efek samping yang berbahaya.</li> </ul> Meskipun kapur barus memiliki banyak manfaat, penggunaannya perlu diperhatikan dengan cermat agar tidak membahayakan kesehatan. Paparan yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan pernapasan, keracunan, hingga risiko kanker dalam jangka panjang.<!--nextpage--> Oleh karena itu, selalu gunakan kapur barus dengan bijak dan pertimbangkan alternatif yang lebih aman jika diperlukan. Dengan memahami risikonya, kita bisa tetap menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar dengan lebih baik.