Seorang pelatih basket menghubunginya, dan ia segera mulai bermain basket, dengan tinggi badannya yang menjadi keuntungan besar. Ia merayakan ulang tahunnya yang ke-15 saat masih menjadi anggota tim.
Namun, saat memasuki masa pubertas, kesehatan Zeng mulai memburuk dengan cepat. Ia mulai lebih cepat lelah saat bermain basket dan merasa lebih lemah. Ia segera didiagnosis menderita diabetes dan gigantisme. Sayangnya, operasi bukanlah pilihan bagi Zeng karena dapat menyebabkan komplikasi yang lebih fatal.
Remaja putri itu menerima takdirnya, tetapi bertekad untuk berkontribusi pada gambaran yang lebih besar. Menurut sebuah publikasi Tiongkok, ia meyakinkan orang tuanya untuk mendonorkan tubuhnya bagi sains tak lama sebelum meninggal dunia.












