Terkait kemungkinan rehabilitasi atau penataan kawasan, Desy menyebut DPRD akan menelusuri sumber anggaran yang memungkinkan untuk digunakan, baik dari Dinas Pekerjaan Umum maupun Dinas Pariwisata.
Sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar), ia memastikan akan mengecek ketersediaan anggaran dan mengklarifikasi langsung dengan instansi terkait.
Komisi II DPRD Kota Bengkulu berharap, melalui hearing dan koordinasi lintas instansi tersebut, dapat ditemukan solusi yang adil dan manusiawi, sehingga warga yang terdampak tidak kehilangan tempat tinggal tanpa adanya alternatif hunian yang layak.
Sementara itu, salah satu warga yang tinggal di auning tersebut, Siska, berharap pemerintah dapat memahami kondisi ekonomi warga dan tidak serta-merta melakukan penggusuran tanpa solusi yang jelas. Ia mengaku telah tinggal di lokasi tersebut sejak tahun 2017 atau sekitar delapan tahun terakhir.












