“Intinya, kuota sudah cukup. Sekarang tugas kita memperkuat infrastruktur penyaluran. Kita ingin masyarakat Bengkulu mudah mendapatkan BBM tanpa antre panjang,” tegas Helmi.
Sementara itu, Anggota Komite BPH Migas, Hasbi Anshory, menyatakan pihaknya siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu.
“Kami siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk memastikan energi tersalurkan dengan baik dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ujarnya.
Berdasarkan data, total kuota Pertalite Bengkulu pada tahun 2025 mencapai 252.857 kiloliter (KL) dan terealisasi hampir seluruhnya di masing-masing kabupaten/kota dengan persentase penyaluran rata-rata di atas 89 persen. Sementara pada tahun 2026, kuota Pertalite Bengkulu sebesar 231.356 KL, atau turun sekitar 8,5 persen.
Sedangkan untuk BBM jenis Solar, kuota Bengkulu pada tahun 2025 tercatat 108.191 KL, dan tersalurkan optimal, bahkan beberapa daerah seperti Bengkulu Tengah dan Lebong realisasinya melebihi 100 persen dari kuota. Pada tahun 2026, kuota Solar sebesar 96.151 KL, atau turun sekitar 11,1 persen, dengan realisasi awal tahun masih berkisar 12 hingga 18 persen karena tahun anggaran masih berjalan. (Tri Yulianti)












