“Kita giat hari ini dalam rangka kembali mengembalikan pedagang-pedagang ini ke dalam pasar. Karena masih kita temukan jualan di luar, kita kasih kesempatan kemarin, ternyata mereka berjualan di jalan,” ujar Sahat.
Menurutnya, kondisi di dalam pasar justru banyak meja kosong setelah dilakukan pembersihan oleh pemerintah kota. Hal ini menunjukkan fasilitas sudah tersedia namun belum dimanfaatkan maksimal oleh pedagang.
“Kita lihat ke dalam pasar kita sendiri kosong, setelah kita bersihkan meja-meja kosong,” tambahnya.
Terkait rencana kebijakan pasar 56 atau pasar subuh sebagaimana arahan Wali Kota Bengkulu, Sahat menjelaskan bahwa kebijakan tersebut baru akan diterapkan jika seluruh pedagang sudah masuk dan tertib berjualan di dalam pasar.
“Selanjutnya arahan dari Pak Walikota terkait akan ada pasar 56 atau pasar subuh, itu baru akan diterapkan kalau seluruh pedagang sudah masuk ke dalam. Sekarang pedagangnya belum patuh, belum taat dengan ketentuan yang ada. Jadi gunakan dulu pasar (di dalam), baru nanti kebijakan-kebijakan lain menyusul,” tegasnya.
Khusus untuk pedagang daging, Sahat menekankan bahwa tempat mereka sebenarnya sudah tersedia dan dalam kondisi sangat layak.
“Mereka sudah berada di dalam pasar tempatnya ya, bahkan tempatnya itu keramiknya sudah mengkilat, bersih, harum, tapi mereka tidak menempatinya. Ini kita lihat bagaimana upaya dari pemerintah kota yang maksimum sampai, mungkin ini yang pertama ya, pasar dibersihkan oleh pemerintah kota,” jelasnya.












