<strong>BENGKULUTERKINI.ID</strong> - Chalazion adalah benjolan kecil yang muncul di kelopak mata akibat kelenjar minyak (kelenjar Meibomian) di dalam kelopak mata yang tersumbat. Meskipun sering disalahartikan sebagai bisul mata, chalazion bukanlah infeksi bakteri, melainkan peradangan ringan yang berkembang secara perlahan. Dalam video YouTube Devi Febriani, ia menjelaskan bahwa chalazion adalah kondisi yang cukup umum dan dapat disembuhkan dengan pengobatan rumahan yang sederhana. Namun, dalam beberapa kasus, chalazion mungkin memerlukan perawatan medis jika benjolannya membesar atau mengganggu penglihatan. Berikut adalah beberapa penjelasan dan fakta menarik tentang chalazion:<!--nextpage--> <strong>1. Gambaran Umum Chalazion</strong> Chalazion biasanya muncul sebagai benjolan lunak atau keras di kelopak mata atas atau bawah. Benjolan ini seringkali tidak disertai rasa sakit yang parah, berbeda dengan stye (hordeolum) yang terasa berdenyut dan tampak merah serta meradang.<!--more--> Penyebab utamanya adalah penyumbatan saluran kelenjar meibomian, yang merupakan kelenjar yang bertanggung jawab memproduksi minyak pelindung untuk permukaan mata. Ketika minyak ini terjebak, benjolan kecil terbentuk dan secara bertahap membesar seiring waktu. <strong>2. Gejala dan Ciri-Ciri Kalazion</strong> Kalazion memiliki beberapa tanda khas, antara lain: <ul> <li>Muncul benjolan pada kelopak mata bagian dalam atau luar</li> <li>Tidak terasa sakit, hanya terasa sedikit keras saat ditekan</li> <li>Kadang disertai pembengkakan ringan di sekitar kelopak</li> <li>Pada kasus besar, bisa menekan bola mata dan menyebabkan penglihatan buram</li> <li>Berbeda dengan bintitan yang muncul cepat dan terasa nyeri, kalazion berkembang secara perlahan dan umumnya tidak menimbulkan rasa sakit yang signifikan.</li> </ul> <strong>3. Penyebab dan Faktor Risiko</strong><!--nextpage--> Beberapa faktor yang dapat memicu timbulnya kalazion antara lain: <ul> <li>Produksi minyak berlebih di kelopak mata</li> <li>Kurangnya kebersihan pada area mata</li> <li>Riwayat bintitan yang tidak sembuh sempurna</li> <li>Kondisi kulit seperti blefaritis (radang tepi kelopak mata)</li> <li>Gangguan metabolik, seperti kolesterol tinggi</li> </ul> <strong>4. Cara Mengatasi Kalazion Secara Alami</strong> Menurut penjelasan dari Dokter Mata Indonesia, sebagian besar kasus kalazion dapat sembuh dengan perawatan sederhana di rumah, di antaranya: <ul> <li>Kompres Hangat : Tempelkan kain bersih yang di rendam air hangat pada kelopak mata selama 10–15 menit, 3–4 kali sehari. Cara ini membantu melancarkan aliran minyak yang tersumbat.</li> <li>Pijat Lembut : Kemudian, setelah kompres, pijat perlahan area kelopak mata (bila tidak terasa nyeri) untuk membantu mengeluarkan sumbatan.</li> <li>Jaga Kebersihan Mata dan Wajah : Hindari menyentuh atau mengucek mata dengan tangan kotor, serta bersihkan area wajah secara teratur.</li> <li>Hindari Memencet Benjolan : Jangan pernah memencet atau menusuk kalazion, karena dapat menyebabkan infeksi dan memperburuk kondisi.</li> </ul> <strong>5. Pengobatan Medis Bila Tidak Sembuh</strong><!--nextpage--> Jika kalazion tidak mengecil setelah beberapa minggu atau justru membesar, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter mata. Dokter mungkin akan memberikan: <ul> <li>Salep antibiotik atau kortikosteroid untuk mengurangi peradangan</li> <li>Suntikan steroid lokal pada benjolan</li> <li>Tindakan bedah kecil (insisi dan drainase) bila kalazion sudah mengeras atau mengganggu penglihatan</li> </ul> <strong>6. Cara Mencegah Kalazion</strong> <ul> <li>Rajin membersihkan kelopak mata setiap hari</li> <li>Hindari penggunaan kosmetik mata yang sudah lama atau kotor</li> <li>Ganti sarung bantal dan handuk secara rutin</li> <li>Hindari kebiasaan menyentuh mata tanpa mencuci tangan</li> </ul> Kalazion merupakan benjolan tidak menular pada kelopak mata yang timbul akibat sumbatan kelenjar minyak. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan kompres hangat serta menjaga kebersihan mata.<!--nextpage--> Namun, jika benjolan menetap, membesar, atau terasa nyeri, sebaiknya segera periksa ke dokter mata. Mengetahui perbedaan antara kalazion dan bintitan sangat penting agar pengobatan yang di lakukan tepat dan tidak memperparah kondisi.