اللَّهُمَّ أَخْرِجُهُ مِنْ بَطْنِي وَقِتَ وَلادَتِي سَهْلًا وَسَلِيمًا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ
Allahuma akhrijhu min bathni wakta wiladati sahlan wa saliman fiddunya wal akhirah.
3. Doa Hannah, Memohon Kelancaran Bayi Keluar
Doa ini merujuk pada kisah Hannah (Ibu dari Maryam AS) saat melahirkan. Doa ini sering diamalkan dengan harapan bayi dapat lahir dengan mudah atas kuasa Allah Sang Maha Pencipta.
هَانَةَ وَلَدَثْ مَرْيَمَ، وَمَرْيَمَ وَلَدَثْ عِيسَى، أُخْرُجْ أَيُّهَا الْمَوْلُودُ بِقُدْرَةِ الْمَلِكِ الْمَعْبُودِ
Hannah waladat Maryama, wa Maryamu waladat ‘Isa, ukhruj ayyuhal mauludu biqudratil malikil ma’bud.
Artinya: “Hannah melahirkan Maryam, Maryam melahirkan Isa. Keluarlah wahai bayi dengan kekuasaan Raja yang disembah (Allah).”
Pentingnya Ketenangan Batin
Para ulama menyarankan agar doa-doa di atas tidak hanya dibaca oleh sang ibu, tetapi juga oleh suami dan keluarga yang mendampingi. Ketenangan spiritual dipercaya dapat membantu tubuh sang ibu menjadi lebih rileks, yang secara medis sangat mendukung proses pembukaan jalan lahir.
Dengan perpaduan antara ikhtiar medis yang tepat dan doa yang tulus, diharapkan momen kelahiran menjadi kenangan indah yang penuh keberkahan bagi keluarga.












