BENGKULUTERKINI.ID – Selama beberapa tahun terakhir, penggunaan vape atau rokok elektrik semakin populer, terutama di kalangan anak muda. Banyak orang menganggap vape sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Namun, benarkah vape benar-benar lebih “aman”? Untuk menjawabnya, kita perlu memahami satu zat yang menjadi kunci dari keduanya: nikotin.
Apa Itu Nikotin dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Nikotin adalah senyawa kimia alami yang terdapat pada tanaman tembakau. Zat ini bersifat stimulan, yang berarti dapat meningkatkan detak jantung, tekanan darah, dan memberi efek “menenangkan” sementara pada otak. Namun, nikotin juga sangat adiktif membuat penggunanya sulit berhenti meskipun sadar akan risikonya.
Baik rokok maupun vape mengandung nikotin. Bedanya, cara nikotin masuk ke tubuh berbeda antara keduanya.
- Pada rokok, nikotin dibakar bersama tembakau dan menghasilkan asap yang mengandung ribuan bahan kimia berbahaya, termasuk tar dan karbon monoksida.
- Pada vape, nikotin dipanaskan dalam bentuk cairan (e-liquid) dan menghasilkan uap, bukan asap.
Perbedaan Bahaya Rokok dan Vape
1. Rokok Konvensional: “Asap yang Mematikan
Rokok menghasilkan lebih dari 7.000 bahan kimia, dan setidaknya 70 di antaranya bersifat karsinogenik (pemicu kanker). Bahaya terbesar rokok bukan hanya dari nikotin, tapi dari zat hasil pembakarannya seperti tar dan karbon monoksida.
Akibatnya, perokok berisiko tinggi terkena kanker paru, penyakit jantung, dan gangguan pernapasan kronis.












