2. Vape: “Lebih Sedikit Racun, Tapi Bukan Tanpa Risiko”
Vape memang tidak menghasilkan tar, tetapi uapnya tetap mengandung nikotin, logam berat (seperti timbal), dan bahan kimia dari cairan perasa.
Beberapa penelitian menemukan bahwa penggunaan jangka panjang bisa menyebabkan iritasi paru-paru, gangguan kardiovaskular, dan potensi kecanduan yang sama besarnya dengan rokok.
Selain itu, banyak pengguna remaja yang memulai dengan vape kemudian beralih ke rokok, fenomena yang disebut “gateway effect.”
Dampak Nikotin terhadap Tubuh
Nikotin memicu pelepasan dopamin zat yang membuat kita merasa senang. Tapi efek ini sementara, sehingga otak terus “meminta” tambahan nikotin. Dalam jangka panjang, hal ini dapat:
- Meningkatkan tekanan darah dan risiko serangan jantung
- Mengganggu perkembangan otak remaja
- Menyebabkan gangguan tidur, kecemasan, dan mudah stres
- Memperkuat kecanduan terhadap zat lain
Jadi, Mana yang Lebih Aman?












