Menurut Will Hopi, pemanfaatan sampah organik ini diharapkan mampu mengubah persoalan lingkungan menjadi peluang ekonomi. Ia menegaskan bahwa proses sosialisasi akan melibatkan lurah dan penyuluh perikanan agar program dapat berjalan efektif di tingkat masyarakat.
Sementara itu, Walikota Dedy Wahyudi juga mengajak warga untuk mulai membudayakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Ia mencontohkan praktik serupa yang telah berhasil diterapkan di sejumlah negara seperti Jepang dan Singapura.
Dedy menilai bahwa pembangunan dan perluasan Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) senilai Rp3,5 miliar tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa perubahan perilaku masyarakat dalam mengurangi sampah dari sumbernya.
Sebagai langkah awal, Pemkot Bengkulu akan menjalankan proyek percontohan pemilahan sampah di beberapa kelurahan terpilih. Jika berjalan optimal, program tersebut akan diperluas ke seluruh kecamatan di Kota Bengkulu. (Firman Triadinata)












