Bahkan, jadwal kegiatan disebut telah terisi penuh hingga akhir tahun dan akan kembali dimulai pada Januari mendatang.
Sementara itu, Asisten II Setda Kota Bengkulu, Sehmi, menegaskan pemerintah daerah akan memberikan dukungan penuh agar pelaksanaan kegiatan semakin meriah dibanding sebelumnya.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak, termasuk dari unsur TNI AL, menjadi bukti bahwa Yo Botoi-Botoi mendapat perhatian luas. Ke depan, konsep acara akan terus dikembangkan tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang menjadi ciri khasnya.
Yo Botoi-Botoi sendiri merupakan tradisi yang mengandung nilai gotong royong dan kearifan lokal masyarakat pesisir. Tradisi ini menggambarkan kebersamaan dalam menangkap ikan secara bersama-sama, lalu membagikannya secara merata kepada masyarakat.
Dahulu, hasil tangkapan tidak diperjualbelikan, melainkan dibagikan dari rumah ke rumah agar seluruh warga dapat merasakan hasil laut tersebut.
Melalui pengemasan yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai tradisional, Pemerintah Kota Bengkulu berharap Yobotoy-Botoy dapat terus lestari sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang membanggakan daerah. (Firman Triadinata)












